Batalnya Konser Hindia Picu Kekecewaan Publik Tasikmalaya
18 Jul 2025, 10.14 WIB
Redaksi

Ilustrasi Batalnya Konser Hindia Picu Kekecewaan Publik Tasikmalaya / Foto Dok. Gentra.id
Gentra.id- Pembatalan konser musik yang menghadirkan Hindia, Feast, dan Lomba Sihir di Tasikmalaya memicu gelombang kekecewaan publik yang masif di ruang digital. GentraData menunjukkan lewat riset sentimen publik bahwa mayoritas warganet merespons insiden ini secara negatif.
GentraData memantau berbagai platform media sosial dan mencatat bahwa 65% warganet menyampaikan kekecewaan serta kritik tajam. Sementara itu, 25% warganet mendukung langkah Kapolres Tasikmalaya Kota, dan 10% lainnya bersikap netral.
Hilmi Alawi dari Divisi Riset GentraData menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat merasakan langsung dampak pembatalan konser tersebut.
“Narasi negatif yang mendominasi mencakup kekecewaan terhadap pembatalan artis. Kritik terhadap ormas penolak konser, serta kekhawatiran bahwa citra Tasikmalaya semakin memburuk,” ujarnya, Jumat (18/07/2025).
GentraData juga menganalisis bahwa sentimen publik banyak berkaitan dengan persepsi terhadap reputasi kota. Ribuan cuitan dan unggahan memuat kata kunci seperti “malu”, “tidak maju”, dan “intoleran”. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini tidak sekadar menyangkut konser, tetapi juga menyentuh isu citra daerah. Kebebasan berekspresi, serta ruang kreatif anak muda.
Sejumlah ormas memicu polemik setelah menuding adanya unsur “satanic” dalam musik para musisi, meskipun mereka tidak menyampaikan bukti konkret. Tuduhan ini memicu perdebatan antara kelompok konservatif dan masyarakat yang mendukung kebebasan berkreasi.
Di tengah polarisasi, sebagian publik tetap mengapresiasi peran Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruk Rozi, yang dianggap mampu menjaga kondusivitas dan mengambil keputusan dengan pendekatan tegas namun humanis. Meskipun begitu, sentimen negatif tetap mendominasi percakapan publik.
“Pemerintah daerah dan semua pihak perlu mencatat hal ini,” katanya.
“Sentimen ini mencerminkan kekhawatiran generasi muda terhadap pembatasan ruang ekspresi. Serta dampaknya terhadap wajah kota mereka di mata publik nasional,” pungkasnya.
R
Redaksi
Wartawan senior Gentra.id yang berfokus pada analisis hukum, politik, dan kebijakan publik di Indonesia.
Gentra Plus
Berita eksklusif, analisis mendalam, & laporan investigasi

Lifestyle
Sering Update di Media Sosial, Mengenali 3 Ciri Kepribadian & Tips Menjaga Kesehatan Mental

News
PAC GP Ansor Cihideung Gelar Konferancab IV, Ecep Hamdan Terpilih Pimpin Ansor 2026–2029

News
Tugu Koperasi Tasikmalaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya Nasional, Pemerintah Hidupkan Kembali Jejak Sejarah

Lifestyle
Konsisten Itu Tidak Sulit, yang Sulit Adalah Berdamai dengan Diri Sendiri

News
BI Gelar JAYANTARA Priangan Timur 2026, Perkuat UMKM Tembus Pasar Global

News