Ivan Dicksan Paparkan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Depan Influencer Tasikmalaya
19 Sep 2024, 14.23 WIB
Khopipah Indah

Ilustrasi Ivan Dicksan Paparkan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Depan Influencer Tasikmalaya / Foto Dok. Gentra.id
Gentra.id - Calon Walikota Tasikmalaya Ivan Dicksan menjelaskan ide pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Tasikmalaya pada kegiatan Influencer Summit dan Gen Award yang diselenggarakan oleh Gentra.id, di Hotel Santika, Kota Tasikmalaya, Senin, (16/09/2024).
Menurut Ivan, potensi ekonomi kreatif Kota Tasikmalaya sangat melimpah, diantaranya ada payung geulis dan bambu yang ada di Indihiang, Makanan olahan dari Bungursari, kerajinan bambu dan kuliner yang ada di Mangkubumi, bordir payung geulis dari Kawalu, batik payung geulis dari Cipedes.
Kemudian di Cihideung dan Tawang terdapat payung geulis dan kuliner, dari Purbaratu dan Cibereum terdapat kerajinan mendong, lalu terkahir di Tamansarai terdapat kelom geulis, kayu olahan, dan payung veulis.
Dengan 17 Sektor Ekonomi Kreatif melalui Desain Interior, Game Developer, Software Developer, Music, DKV, Arsitektur, Desain Produk, Seni Rupa, Fashion, Kuliner, Film, Animasi & Video, Tv & Radio, Kriya, Periklanan, Seni Pertunjukan, Fotografi dan penerbitan.
Lalu, apa saja peluang yang ada di Kota Tasikmalaya dalam mewujudkan Ekonomi Kreatif? yang pertama yaitu melalui sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif yang melimpah, hal ini dibuktikan dengan produk dan pelaku yang banyak tersedia dan beragam.
Kedua yaitu Kota Tasikmalaya sebagai pusat ekonomi Priangan Timur, hal ini dilihat dari Tasikmlaya menjadi pusat perdagangan.
Ketiga melalui konektivitas dari dan luar kota Tasikmlaya yang memadai, dilihat dari adanya berbagai akses transportasi seperti bus, kereta api, pesawat, jalan tol, dan lain-lain.
Ivan Dicksan juga mengungkapkan ide program dalam meningkatkan ekonomi kreatif dalam berbagai aspek, aspek pertama yaitu melalui kapasitas SDM yang bisa dilakukan dengan pelatihan keterampilan pelaku pariwisata, sertifikasi profesi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, inkubasi wirausaha pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.
Aspek yang kedua yaitu melalui peningkatan kualitas produk, hal ini dilakukan dengan cara mengalih fungsikan PPIK (PusatPe ngembangan Industri Kerajinan) menjadi pusat pengembangan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai pusat penelitian dan pengembangan produk layanan.
Kemudian meningkatkan dan menerapkan standarisasi produk pariwisata dan ekonomi kreatif, perlindungan hak kekayanan intelektual, dan mengembangkan produk pariwisata berbasis aktifitas dan potensi lokal.
Aspek yang ketiga yaitu melalui fasilitas yang memadai, hal ini dilakukan dengan optimalisasi pusat pengembangan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai pusat pelatihan, penelitian, pengembangan dan incubator, membangun tasik convension center sebagai pusat penyelenggaraan event, memberikan kemudahan perijinan dan insentif pajak bagi penyelenggaraan event terutama skala nasional & internasional dan alih fungsi Gedung Creative Center menjadi Tasik Promotion Center.
Aspek yang ketiga yaitu melaui akses pasar, hal ini dilakukan dengan optimalisasi Tasik promotion center akses, mendirikan badan promosi daerah Kota Tasikmalaya, membangun City Branding yang berkelanjutan, menyelenggarakan event skala nasional dan internasional.
Kemudian ikut serta event promosi pariwisata dan ekonomi kreatif di luar daerah, mendirikan Tasik Information Center berbasis digital virtual, dan menjalin kerjasama antar daerah untuk menciptakan akses pasar di luar daerah.
K
Khopipah Indah
Wartawan senior Gentra.id yang berfokus pada analisis hukum, politik, dan kebijakan publik di Indonesia.
Gentra Plus
Berita eksklusif, analisis mendalam, & laporan investigasi

Lifestyle
Sering Update di Media Sosial, Mengenali 3 Ciri Kepribadian & Tips Menjaga Kesehatan Mental

News
PAC GP Ansor Cihideung Gelar Konferancab IV, Ecep Hamdan Terpilih Pimpin Ansor 2026–2029

News
Tugu Koperasi Tasikmalaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya Nasional, Pemerintah Hidupkan Kembali Jejak Sejarah

Lifestyle
Konsisten Itu Tidak Sulit, yang Sulit Adalah Berdamai dengan Diri Sendiri

News
BI Gelar JAYANTARA Priangan Timur 2026, Perkuat UMKM Tembus Pasar Global

News