Middle Child Syndrome: Dilema Anak Tengah yang Sering Terabaikan
2 Mar 2025, 16.07 WIB
Khopipah Indah

Ilustrasi Middle Child Syndrome: Dilema Anak Tengah yang Sering Terabaikan / Foto Dok. Gentra.id
Gentra.id- Pernahkah kamu merasa di rumah kakak selalu dianggap lebih dewasa dan jadi panutan, sementara adik mendapat perhatian lebih karena masih kecil?. Sementara itu, orang tua sering tidak memprioritaskan anak tengah. Nah, perasaan inilah yang disebut Middle Child Syndrome.
Anak tengah sering merasa seperti "terjebak" di antara kakak dan adiknya. Anak tengah tidak memikul tanggung jawab sebesar anak sulung, tetapi juga tidak menerima perhatian sebanyak si bungsu. Tapi, apakah Middle Child Syndrome ini benar-benar nyata atau hanya sekadar mitos? Bagaimana sebenarnya pengaruhnya terhadap anak tengah dalam jangka panjang? Yuk, kita bahas lebih dalam!
Pada tahun 1964, Alfred Adler mengembangkan teori tentang bagaimana urutan kelahiran memengaruhi kepribadian seseorang. Menurutnya, anak pertama sering merasa lebih berkuasa, sementara orang tua cenderung memanjakan anak bungsu. Sementara itu, orang tua sering mengabaikan anak tengah, meskipun mereka biasanya berusaha tetap tenang.
Teori ini membantu memahami bagaimana posisi dalam keluarga dapat membentuk kepribadian seseorang. Namun, penelitian setelahnya menunjukkan hasil yang beragam mengenai dampak urutan kelahiran terhadap psikologi seseorang.
Ciri-Ciri dan Karakter Anak Tengah
Kepribadian dan Emosi Tekanan dari ekspektasi saudara sering membentuk kepribadian unik pada anak tengah. Anak tengah cenderung bersikap pemalu, mudah cemburu, atau bahkan cepat marah karena orang tua kurang memberikan perhatian. Akibatnya, mereka sering mengalami kesulitan dalam mengekspresikan perasaan secara terbuka. Hubungan dengan Keluarga Penelitian menunjukkan bahwa mereka lebih sering mengandalkan kakak atau adiknya saat menghadapi masalah. Hal ini yang menandakan adanya jarak emosional antara mereka dan orang tua. Perilaku yang Muncul Untuk mendapatkan perhatian, anak tengah bisa menunjukkan berbagai perilaku, baik yang positif maupun negatif. Beberapa berusaha bersaing dengan saudara, sementara yang lain mungkin cenderung memberontak demi menarik perhatian orang tua.Dampak Middle Child Syndrome pada Orang Dewasa
Pengaruh Jangka Panjang Jika orang tua kurang memperhatikan anak tengah sejak kecil, mereka bisa membawa perasaan tersebut hingga dewasa. Hal ini dapat memengaruhi rasa percaya diri dan memicu emosi negatif yang terus berlanjut. Dalam Hubungan Sosial dan Pekerjaan Anak tengah mungkin mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang kuat dengan teman atau rekan kerja. Ketika orang tua tidak memberikan cukup perhatian sejak kecil, anak tengah bisa membawa perasaan tidak diinginkan ke dalam interaksi sosial dan profesional mereka. Perkembangan Emosional Kurangnya perhatian di masa kecil dapat membuat anak tengah mengalami kecemasan dan depresi. Atau bahkan persaingan yang tidak sehat dalam berbagai aspek kehidupan. Mereka mungkin merasa kesulitan dalam mengelola emosi dan menjalin hubungan yang stabil.Cara Mengatasi dan Mencegah Middle Child Syndrome
Memberikan Perhatian yang Seimbang Orang tua perlu membagi perhatian secara adil agar anak tengah tidak merasa terabaikan. Orang tua yang menghabiskan waktu berkualitas secara khusus dengan anak tengah bisa membuat mereka merasa lebih dihargai. Membangun Komunikasi Terbuka Mendorong anak untuk berbicara tentang perasaan mereka sangat penting. Orang tua yang membangun komunikasi yang baik dapat memahami kekhawatiran anak tengah dan memastikan mereka mendapatkan perhatian. Melibatkan dalam Kegiatan Keluarga Mengadakan aktivitas bersama dapat membantu anak tengah merasa lebih terlibat dan mempererat hubungan dalam keluarga. Ini juga menciptakan kenangan berharga yang memperkuat ikatan antara saudara. Orang tua bisa mencegah Middle Child Syndrome dengan pendekatan yang tepat. Anak tengah dapat tumbuh dengan kepercayaan diri yang lebih kuat serta memiliki hubungan yang sehat dengan keluarga dan teman-temannya.K
Khopipah Indah
Wartawan senior Gentra.id yang berfokus pada analisis hukum, politik, dan kebijakan publik di Indonesia.

Lifestyle
Sering Update di Media Sosial, Mengenali 3 Ciri Kepribadian & Tips Menjaga Kesehatan Mental

News
PAC GP Ansor Cihideung Gelar Konferancab IV, Ecep Hamdan Terpilih Pimpin Ansor 2026–2029

News
Tugu Koperasi Tasikmalaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya Nasional, Pemerintah Hidupkan Kembali Jejak Sejarah

Lifestyle
Konsisten Itu Tidak Sulit, yang Sulit Adalah Berdamai dengan Diri Sendiri

News
BI Gelar JAYANTARA Priangan Timur 2026, Perkuat UMKM Tembus Pasar Global

News