Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Pengendara Diminta Lebih Disiplin
2 Feb 2026, 13.36 WIB

Ilustrasi Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Pengendara Diminta Lebih Disiplin / Foto Dok. Gentra.id
Tasikmalaya, Gentra.id— Kepatuhan berlalu lintas kembali menjadi sorotan seiring dimulainya Operasi Keselamatan Lodaya 2026 yang resmi digelar di wilayah hukum Polres Tasikmalaya, Senin (2/2)
Kegiatan diawali dengan apel gelar pasukan yang dipimpin Wakapolres Tasikmalaya, Kompol Sukma Wijaya.
Operasi ini akan berlangsung selama dua pekan, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026. Tujuannya jelas: meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin di jalan serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
“Operasi Keselamatan Lodaya ini difokuskan pada upaya menciptakan keselamatan berlalu lintas melalui peningkatan kedisiplinan pengendara,” ujar Kompol Sukma Wijaya.
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, AKP Didit Permadi, menjelaskan bahwa pada pelaksanaan operasi kali ini, pihaknya menetapkan sembilan pelanggaran prioritas yang menjadi perhatian utama petugas di lapangan.
Kesembilan pelanggaran tersebut meliputi pengendara yang melawan arus, pengendara di bawah umur atau tidak memiliki SIM, melebihi batas kecepatan, serta menggunakan telepon genggam saat berkendara. Selain itu, pengendara dalam pengaruh alkohol, tidak mengenakan sabuk pengaman, penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan, tidak memakai helm standar SNI, serta penggunaan knalpot bising atau knalpot brong juga menjadi sasaran penindakan.
Dalam operasi ini, penanganan pelanggaran dibagi ke dalam tiga pendekatan. Sebanyak 40 persen berupa langkah preemtif, 40 persen tindakan preventif, dan 20 persen tindakan represif.
Langkah preemtif dilakukan melalui teguran langsung kepada pengendara, edukasi keselamatan, pemasangan rambu peringatan di titik rawan, hingga pelaksanaan ramp check kendaraan. Untuk kegiatan ramp check, Satlantas akan berkolaborasi dengan instansi terkait yang memiliki kewenangan, seperti Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya.
Sementara itu, upaya preventif dilakukan dengan meningkatkan intensitas patroli sekaligus menyampaikan imbauan langsung kepada pengguna jalan. Meski kegiatan ini rutin dilakukan, selama operasi berlangsung frekuensinya akan diperbanyak.
Adapun tindakan represif yang mencapai 20 persen dari keseluruhan penindakan, dibagi menjadi dua metode. Sebanyak 15 persen melalui sistem tilang elektronik (ETLE atau e-Tilang), dan 5 persen melalui tilang manual di lapangan.
AKP Didit Permadi juga mengingatkan bahwa hampir seluruh ruas jalan memiliki tingkat kerawanan kecelakaan yang berbeda-beda. Faktor kelalaian manusia atau human error masih menjadi penyebab dominan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Pengguna jalan tidak pernah bisa memprediksi kapan dan di mana kecelakaan terjadi. Hampir semua ruas jalan memiliki potensi risiko, apalagi di beberapa titik yang memang rawan seperti kawasan Salawu yang kerap terdampak longsor,” tegasnya.
Melalui Operasi Keselamatan Lodaya 2026 ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas semakin meningkat, sehingga keselamatan di jalan raya dapat terjaga bersama.
Nanang AH
Wartawan senior Gentra.id yang berfokus pada analisis hukum, politik, dan kebijakan publik di Indonesia.
Gentra Plus
Berita eksklusif, analisis mendalam, & laporan investigasi

Sering Update di Media Sosial, Mengenali 3 Ciri Kepribadian & Tips Menjaga Kesehatan Mental

PAC GP Ansor Cihideung Gelar Konferancab IV, Ecep Hamdan Terpilih Pimpin Ansor 2026–2029

Tugu Koperasi Tasikmalaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya Nasional, Pemerintah Hidupkan Kembali Jejak Sejarah

Konsisten Itu Tidak Sulit, yang Sulit Adalah Berdamai dengan Diri Sendiri

BI Gelar JAYANTARA Priangan Timur 2026, Perkuat UMKM Tembus Pasar Global
