Jalan Baru di Pamulihan, Membuka Jalan Ekonomi Petani Kopi Garut

1 Okt 2026, 14.43 WIB
WhatsAppSaluran
Jalan Baru di Pamulihan, Membuka Jalan Ekonomi Petani Kopi Garut
Wakil Bupati Garut Putri Karlina meresmikan jalan di Kampung Ciangkrong, Desa Jatimanah, Kecamatan Pamulihan, Selasa (29/9/2026). Jalan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.CameraDiskominfo Kab Garut

Gentra.id-GARUT – Sebuah jalan baru di Kampung Ciangkrong, Desa Jatimanah, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, kini menjadi bagian penting dari upaya membuka akses masyarakat pedesaan. Bukan sekadar menghubungkan satu titik dengan titik lainnya, jalan tersebut diharapkan ikut memperlancar mobilitas warga sekaligus membawa hasil pertanian menuju pasar.

Peresmian infrastruktur itu dilakukan Wakil Bupati Garut Putri Karlina pada Selasa (29/9/2026). Kehadiran jalan disambut antusias masyarakat karena akses yang lebih baik berarti perjalanan untuk berbagai keperluan, termasuk aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga distribusi hasil pertanian, menjadi lebih mudah.

Ruas jalan yang diresmikan tersebut memiliki panjang sekitar 530 meter. Menurut Putri, pembangunan bagian tersebut berasal dari hibah perseorangan yang kemudian dilanjutkan dengan dukungan pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Bapak ibu jalan ini khususnya dari mulai jembatan tadi sampai ke ujung sana sedikit 530 meter ya, adalah hasil hibah perseorangan yang nanti di atas masih dibantu lagi dengan 372 meter itu dari APBD,” kata Putri dalam sambutannya, sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Garut.

Jalan dan perjalanan hasil kopi

Bagi wilayah pedesaan seperti Pamulihan, jalan tidak hanya berbicara mengenai kemudahan kendaraan melintas. Infrastruktur tersebut juga menjadi penghubung antara kawasan produksi dengan konsumen dan pusat aktivitas ekonomi.

Salah satu komoditas yang mendapat perhatian adalah kopi. Pemerintah Kabupaten Garut menyebut jalan tersebut mendukung distribusi hasil pertanian, khususnya komoditas kopi, dari wilayah sekitar menuju Garut Kota.

Menariknya, Putri mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui bahwa Desa Panawa yang berada di kawasan tersebut merupakan salah satu daerah pemasok biji kopi untuk perusahaannya.

“Jadi mungkin ini bisa disebutkan rasa terima kasih saya kepada para petani kopi di Desa Panawa dan juga semoga tadi memperlancar akses ekonomi,” ujarnya.

Ia berharap kemudahan akses tersebut dapat ikut mendorong semangat petani kopi untuk meningkatkan produktivitas. Begitu pula dengan para pelaku usaha yang bergerak dalam rantai bisnis kopi.

Harapan itu berangkat dari persoalan sederhana yang kerap menentukan panjang pendeknya perjalanan sebuah komoditas: bagaimana hasil pertanian dari desa dapat keluar dengan lebih mudah dan sampai ke pasar dengan biaya serta waktu yang lebih efisien.

Infrastruktur sebagai penghubung desa dan pasar

Data Pemerintah Kabupaten Garut menunjukkan pertanian masih memiliki posisi penting dalam struktur ekonomi daerah. Berdasarkan data BPS Kabupaten Garut yang tercantum dalam RKPD Kabupaten Garut Tahun 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 36,32 persen terhadap struktur PDRB Kabupaten Garut pada 2023.

Karena itu, pembangunan infrastruktur jalan di kawasan produksi pertanian memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik. Jalan menjadi salah satu mata rantai yang menghubungkan petani dengan berbagai kebutuhan di luar wilayah produksi.

Pamulihan sendiri merupakan salah satu wilayah yang karakteristik sosial-ekonominya dapat dilihat melalui publikasi Kecamatan Pamulihan Dalam Angka 2025 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik Kabupaten Garut. Publikasi tersebut memuat data sosial dan ekonomi wilayah berdasarkan pendataan desa dan kecamatan.

Pemerintah Kabupaten Garut menyatakan perbaikan infrastruktur akan terus dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran. Dukungan tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga dimungkinkan melalui kerja sama dengan pihak swasta.

Di ujung pembangunan itu, ada pesan lain yang disampaikan Wakil Bupati Garut: jalan yang sudah dibangun perlu dirawat dan dimanfaatkan bersama.

Sebab bagi warga desa, sebuah jalan yang baru bukan hanya hamparan aspal atau beton yang menghubungkan dua tempat. Ia adalah jalur yang dilalui hasil panen, kendaraan warga, anak-anak menuju sekolah, orang menuju fasilitas kesehatan, sekaligus jalan yang membawa produk desa bertemu dengan pasar.

Dan untuk para petani kopi di kawasan Pamulihan, jalan itu kini menjadi salah satu pintu baru menuju perjalanan ekonomi yang lebih terbuka.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH

Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini

Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.