Laga Amal di Stadion Wiradadaha, Pemkot FC dan PSSI Tasik Kenang Ahid Ali Hasbi

28 Sep 2026, 07.03 WIB
WhatsAppSaluran
Laga Amal di Stadion Wiradadaha, Pemkot FC dan PSSI Tasik Kenang Ahid Ali Hasbi
Pemkot FC dan PSSI Kota Tasikmalaya menggelar laga amal di Stadion Wiradadaha, Minggu (27/9/2026), sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Ahid Ali Hasbi sekaligus kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan.CameraDiskominfo

Gentra.id-Tasikmalaya — Stadion Wiradadaha Kota Tasikmalaya kembali menjadi ruang pertemuan para insan sepak bola, Minggu (27/9/2026). Namun, kali ini lapangan tidak menjadi tempat untuk memperebutkan gelar atau menentukan siapa yang keluar sebagai juara.

Pemkot FC dan PSSI Kota Tasikmalaya bertemu dalam laga amal yang digelar sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga almarhum Ahid Ali Hasbi, pemain U-40 Kecamatan Cibeureum yang meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat ketika mengikuti pertandingan sepak bola.

Laga tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang diisi dengan doa bersama, santunan, dan pertandingan persahabatan. Sepak bola tetap bergulir, tetapi suasananya berbeda dari pertandingan kompetitif. Tidak ada ambisi mengejar trofi. Yang lebih penting adalah kebersamaan dan kepedulian terhadap keluarga yang sedang berduka.

Kegiatan itu juga mempertemukan pemerintah daerah dengan komunitas sepak bola Kota Tasikmalaya. Kehadiran para pemain dan insan olahraga menjadi bentuk solidaritas sekaligus penghormatan terhadap Ahid yang selama ini menjadi bagian dari lingkungan sepak bola di Kota Tasikmalaya.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, seperti dikutip laman Pemkot Tasikmalaya menyampaikan, bahwa olahraga tidak hanya berkaitan dengan pertandingan dan prestasi. Menurutnya, olahraga juga dapat menjadi sarana memperkuat silaturahmi serta menumbuhkan kepedulian sosial.

Karena itu, laga amal tersebut memiliki makna yang lebih luas. Pertandingan menjadi medium untuk menggalang solidaritas sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga almarhum.

Bagi dunia olahraga, khususnya sepak bola, momentum seperti ini memperlihatkan bahwa hubungan antarpemain tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Persahabatan yang terbangun di lapangan dapat berlanjut menjadi kepedulian ketika salah satu anggota komunitas mengalami musibah.

Stadion Wiradadaha pun menjadi ruang yang mempertemukan dua sisi sepak bola. Di satu sisi ada pertandingan sebagai bagian dari aktivitas olahraga. Di sisi lain ada nilai kemanusiaan yang membuat pertandingan tersebut memiliki arti berbeda.

Laga amal ini juga menjadi bentuk penghormatan setelah Turnamen Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya Antarkecamatan U-40 2026 dihentikan menyusul meninggalnya Ahid. Kompetisi tersebut sebelumnya baru memainkan dua pertandingan sebelum insiden terjadi.

Ahid Ali Hasbi diketahui memperkuat Kecamatan Cibeureum dalam pertandingan menghadapi Kecamatan Kawalu pada Minggu (20/9/2026). Saat pertandingan memasuki babak kedua, Ahid sempat mengoper bola. Beberapa langkah kemudian ia tiba-tiba terjatuh di lapangan.

Ahid kemudian mendapat pertolongan pertama dari petugas medis yang berada di lokasi dan dibawa menggunakan ambulans ke IGD RSUD dr. Soekardjo. Namun, setelah mendapat penanganan medis, nyawanya tidak tertolong.

Ketua PSSI Kota Tasikmalaya H. Wahid sebelumnya menyampaikan adanya informasi dari keluarga bahwa Ahid beraktivitas hingga malam sebelum pertandingan dan mengalami kelelahan. Namun, keterangan tersebut tidak dapat disamakan dengan diagnosis medis mengenai penyebab kematiannya karena belum terdapat keterangan medis resmi yang memastikan penyebab tersebut.

Sepekan kemudian, lapangan yang menjadi tempat Ahid menjalani pertandingan terakhirnya kembali digunakan untuk bermain sepak bola. Kali ini, pertandingan tidak lagi berbicara tentang siapa yang menang atau kalah, melainkan tentang bagaimana komunitas olahraga hadir untuk mengenang seorang kawan dan memberikan dukungan kepada keluarganya.

Dari Stadion Wiradadaha, bola kembali bergulir dalam suasana yang berbeda. Sebuah laga amal menjadi penanda bahwa sepak bola bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian ketika salah seorang di antara mereka pergi lebih dahulu.

Dukung Gentra.id
Nanang AH
Nanang AH

Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini

Gentra Plus LogoGentra Plus

Mari bergabung dan dukung jurnalisme independen kami

Langganan Sekarang
Belum ada berita Gentra Plus saat ini.