
Gentra.id-TASIKMALAYA – Sebanyak 31 anak berdiri dalam satu barisan. Gerakan mereka harus serempak, langkah harus tepat, dan setiap instruksi mesti dijalankan tanpa ragu. Di tengah arena perlombaan tingkat Jawa Barat, anak-anak itu membawa nama Polres Tasikmalaya sekaligus sekolah tempat mereka menimba ilmu.
Mereka adalah tim Polisi Cilik (Pocil) binaan Polres Tasikmalaya yang diperkuat siswa-siswi SD Islam (SDI) Mutiara Singaparna. Pada Lomba Polisi Cilik tingkat Polda Jawa Barat dalam rangka memperingati HUT Lalu Lintas ke-71 Tahun 2026, mereka berhasil membawa pulang predikat Juara Madya 1.
Kompetisi tersebut berlangsung di Mapolda Jawa Barat pada Sabtu, 12 September 2026. Sebanyak 16 tim dari polres jajaran Polda Jabar ambil bagian dalam perlombaan tersebut.
Tim Polres Tasikmalaya tampil dengan nomor urut 08. Di hadapan dewan juri dan tamu undangan, para peserta menampilkan kemampuan individu, formasi barisan hingga koreografi gerak yang menjadi bagian dari penilaian perlombaan.
Penampilan itu kemudian mengantarkan tim Pocil Polres Tasikmalaya mengumpulkan 2.801 poin dalam rekapitulasi akhir penilaian dan menempatkan mereka sebagai Juara Madya 1.
Latihan Berbuah Prestasi
Bagi Aiptu Dodita yang menjadi pembimbing sekaligus penanggung jawab tim, capaian tersebut tidak datang begitu saja. Ada proses latihan yang harus dilalui para peserta sebelum akhirnya berdiri di arena lomba.
Ia mengatakan, seluruh instruksi yang diberikan selama masa latihan dapat dijalankan anak-anak ketika perlombaan berlangsung.
“Alhamdulillah, selama proses lomba kami merasa sangat puas karena anak-anak dapat menjalankan seluruh instruksi yang telah diberikan selama masa latihan,” ujar Dodita.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan hasil dari pembinaan yang dilakukan bersama antara kepolisian dan sekolah. Para siswa tidak hanya dipersiapkan untuk menghafal gerakan atau membentuk barisan, tetapi juga dilatih agar mampu bekerja sebagai sebuah tim.
Di arena perlombaan, kekompakan menjadi bagian penting. Setiap gerakan seorang peserta harus menyatu dengan peserta lainnya sehingga membentuk satu kesatuan penampilan.
Membawa Nama Tasikmalaya
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi menyambut capaian tersebut dengan rasa bangga. Menurutnya, keberhasilan para anggota Polisi Cilik merupakan buah dari perjuangan mereka selama mengikuti proses pembinaan dan perlombaan.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada anak-anak yang telah berjuang membawa nama Polres Tasikmalaya dalam kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Pertama-tama, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anak-anak yang telah berjuang habis-habisan pada lomba Polisi Cilik ini, hingga berhasil meraih prestasi Juara Madya 1,” kata Ade Papa Rihi.
Ia berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai sebuah piala atau predikat juara. Pengalaman mengikuti perlombaan di tingkat Polda Jabar diharapkan menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus berkembang dan meraih prestasi lainnya.
Di sisi lain, keberhasilan tersebut juga menjadi kebanggaan bagi SDI Mutiara Singaparna. Sekolah tersebut menjadi tempat para siswa yang dipercaya memperkuat tim Pocil Polres Tasikmalaya.
Ketua Yayasan Sahara At-Taqwa yang menaungi SDI Mutiara Singaparna, H. Iwa Kurniawan, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada para siswanya.
Menurutnya, capaian Juara Madya 1 tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga turut mengharumkan nama Polres Tasikmalaya di tingkat Jawa Barat.
Bukan Sekadar Lomba Baris-Berbaris
Di balik gerakan yang terlihat sederhana di arena perlombaan, program Polisi Cilik membawa pesan pembinaan karakter bagi anak-anak.
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan kedisiplinan sejak usia dini. Anak-anak belajar mengikuti instruksi, menjaga kekompakan, bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing, sekaligus berani tampil di hadapan orang lain.
Iwa Kurniawan menilai pembinaan Polisi Cilik juga memiliki manfaat dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab, keberanian, kekompakan, kepedulian sosial serta kesadaran terhadap ketertiban berlalu lintas.
Dengan demikian, capaian di Mapolda Jabar bukan semata tentang posisi juara. Ada proses pendidikan karakter yang berjalan bersamaan di dalamnya.
Bagi 31 siswa SDI Mutiara Singaparna, arena perlombaan di Mapolda Jabar menjadi pengalaman penting. Mereka datang sebagai anak-anak yang berlatih dalam satu tim, lalu pulang membawa predikat Juara Madya 1 tingkat Polda Jawa Barat.
Prestasi itu kini menjadi bagian dari perjalanan mereka—sebuah pengalaman tentang disiplin, kekompakan dan keberanian yang mungkin jauh lebih panjang daripada sekadar hitungan nilai 2.801 poin di papan hasil perlombaan.
Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Kolaborasi Lintas Daerah: Wali Kota Tasikmalaya Hadiri Mayor's Talk 2026 di Bogor

Kitab Kuning Masuk SMP se-Kota Banjar, Pemkot Perkuat Pendidikan Karakter

Data Stunting Ciamis Berbeda Jauh dengan Pusat, Herdiat Minta Segera Disinkronkan

Menggugah Kesadaran Generasi Muda, Disbudpar Cirebon Gelar Lomba Mendongeng di Museum Cakrabuana

APBD Terbatas, Pemkab Kuningan Mohon Pusat Revitalisasi RSUD 45
