
Gentra.id-SUMEDANG – Sumedang sedang mencoba memperluas ruang geraknya. Tidak hanya bergerak di antara kabupaten dan kota di dalam negeri, Pemerintah Kabupaten Sumedang mulai membidik jejaring pemerintahan daerah di kawasan Asia-Pasifik melalui penjajakan keanggotaan United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC).
Penjajakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Sumedang membuka jaringan kerja sama yang lebih luas, sekaligus memperkenalkan berbagai pengalaman pembangunan daerah kepada pemerintah daerah lain di tingkat internasional.
Melansir laman Pemkab Sumedang, Agenda penjajakan keanggotaan UCLG ASPAC berlangsung saat Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bertemu Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi di Ruang Dekanat Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB, Bandung, Rabu, 30 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Sumedang memaparkan sejumlah capaian dan pengalaman pembangunan yang telah dilakukan di daerah.
Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi menyampaikan apresiasi terhadap berbagai capaian dan inovasi yang dipaparkan Pemkab Sumedang. Menurutnya, pengalaman pembangunan Sumedang berpotensi menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah daerah lainnya.
“Tadi dipresentasikan mengenai pencapaian Sumedang yang luar biasa. Ini berkat leadership dari Pak Bupati,” ujar Bernadia, dikutip laman Pemkab Sumedang
Ia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai cerita keberhasilan di tingkat lokal, tetapi dapat dibagikan melalui jejaring pemerintah daerah di kawasan Asia-Pasifik.
“Semoga leadership ini bisa menginspirasi juga Pemda-Pemda bukan hanya di Indonesia saja, tetapi di Asia Pasifik,” katanya.
Bagi Sumedang, penjajakan tersebut bukan sekadar upaya menambah daftar hubungan internasional. Keanggotaan dalam jaringan pemerintahan daerah dapat menjadi pintu untuk bertukar pengalaman, memperluas kerja sama, sekaligus membuka akses terhadap berbagai program pengembangan kapasitas pemerintah daerah.
UCLG ASPAC sendiri merupakan bagian regional dari United Cities and Local Governments (UCLG), organisasi global yang menghimpun pemerintah kota, pemerintah daerah, serta asosiasi pemerintah daerah. UCLG ASPAC menyebut dirinya sebagai pusat pengetahuan mengenai isu pemerintahan daerah di kawasan Asia-Pasifik dan mendorong kerja sama antarpemerintah daerah.
Jaringan tersebut memiliki cakupan yang luas. Dalam daftar anggota yang dipublikasikan UCLG ASPAC, tercatat 236 anggota yang terdiri atas kota, pemerintah daerah, dan asosiasi pemerintah daerah. Di kawasan Asia Tenggara saja terdapat sejumlah pemerintah daerah Indonesia yang telah menjadi anggota, di antaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Jember, Kabupaten Malang, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Wakatobi, serta sejumlah pemerintah kota dan provinsi.
Dengan demikian, apabila proses keanggotaan Sumedang berlanjut, kabupaten ini akan masuk ke ruang interaksi yang mempertemukan pemerintah daerah dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik.
Manfaat yang ditawarkan UCLG ASPAC juga cukup beragam. Berdasarkan informasi resmi organisasi tersebut, anggota dapat terlibat dalam berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, pengurangan risiko bencana, perubahan iklim, ruang publik, sanitasi, serta penguatan kapasitas pemerintah daerah. Anggota juga dapat mengikuti kegiatan pelatihan, lokakarya, seminar dan kongres yang diselenggarakan UCLG maupun UCLG ASPAC.
Namun, keanggotaan tersebut bukan sesuatu yang otomatis diperoleh. UCLG ASPAC menjelaskan bahwa pemerintah daerah yang hendak bergabung perlu memilih kategori keanggotaan, melengkapi formulir, kemudian mengajukan permohonan kepada sekretariat. Permohonan selanjutnya diputuskan melalui Executive Bureau Meeting. Setelah disetujui, keanggotaan menjadi efektif setelah kewajiban tahunan dipenuhi.
Di tengah proses tersebut, Sumedang memiliki modal pengalaman yang dapat menjadi bagian dari narasi yang dibawa ke jejaring internasional. Sebelumnya, kabupaten ini juga telah terlibat dalam agenda ASEAN Smart Cities Network. Pada 2024, Sumedang menjadi bagian dari delegasi Indonesia dalam ASCN Annual Meeting & Conference di Luang Prabang, Laos.
Dalam forum tersebut, Sumedang memaparkan pemanfaatan digitalisasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur publik.
Pengalaman digitalisasi pemerintahan kembali menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam penjajakan UCLG ASPAC. Dean Cities and Local Governments Institute (CLGI), Prof. Bambang Susantono, menyebut pengalaman Sumedang, termasuk dalam pengembangan e-government, memiliki ruang untuk dibagikan lebih luas.
“Sudah saatnya Sumedang tidak hanya dikenal oleh Indonesia, tetapi juga dunia. Sudah saatnya juga Sumedang berbagi,” ujarnya.
Bagi sebuah kabupaten, jejaring internasional pada akhirnya bukan hanya soal nama yang tercantum dalam sebuah organisasi. Nilainya akan bergantung pada seberapa jauh hubungan tersebut diterjemahkan menjadi pertukaran pengetahuan, kolaborasi, peningkatan kapasitas aparatur, dan manfaat konkret bagi masyarakat.
Sumedang kini sedang berada di pintu menuju ruang tersebut. Dari forum pembangunan di tingkat lokal, pengalaman yang dimiliki hendak dibawa ke meja percakapan yang lebih luas—ke Asia-Pasifik, tempat pemerintah daerah dari berbagai negara saling bertukar gagasan tentang bagaimana daerah dapat tumbuh, beradaptasi, dan melayani masyarakat di tengah perubahan zaman.
Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Jalan Baru di Pamulihan, Membuka Jalan Ekonomi Petani Kopi Garut

Sumedang Bidik Keanggotaan UCLG ASPAC, Membuka Jalan ke Jejaring Asia-Pasifik

Pasar Padakembang Jadi Proyek Unggulan WJIC 2026

Dua Pelaku Pengeroyokan Sopir Grab di Wanaraja Garut Diamankan Polisi

Tersangka Curas yang Beraksi di Tangerang Diamankan di Malangbong Garut
