
Gentra.id-PANGANDARAN | Biasanya, langit Pangandaran menjadi ruang bagi burung-burung laut dan awan yang bergerak mengikuti angin pesisir. Namun, Sabtu (5/9/2026), suasananya berbeda.
Deru mesin pesawat terdengar dari kawasan Susi International Beach Strip. Puluhan pesawat kecil mengambil bagian dalam Pangandaran Air Show 2026, menghadirkan pemandangan yang tidak setiap hari dapat disaksikan masyarakat di kawasan wisata pantai selatan Jawa Barat.
Tahun ini, lebih dari 60 pesawat dan paramotor dari berbagai organisasi, klub, serta komunitas penerbangan Indonesia ikut meramaikan kegiatan yang digagas dan diselenggarakan Susi Air tersebut.
Bagi masyarakat dan wisatawan, acara ini bukan sekadar pertunjukan pesawat. Pangandaran Air Show menjadi semacam ruang terbuka yang mempertemukan dunia penerbangan dengan masyarakat umum.
Beragam pesawat berukuran kecil, termasuk Cessna, ultralight aircraft, hingga gantole, ikut diperkenalkan kepada pengunjung. Para pilot yang terlibat berasal dari berbagai daerah dan sebagian di antaranya merupakan penerbang berpengalaman.
Pendiri Susi Air, Susi Pudjiastuti, mengatakan sebanyak 60 pesawat kecil mengikuti rangkaian joy flight dan aerobatik dalam kegiatan tersebut.
“Ada 60 pesawat kecil yang akan melakukan joy flight dan aerobatik. Semua pilot yang tampil sudah berpengalaman dan datang dari berbagai daerah di Indonesia.”
Selain pilot sipil, pertunjukan udara juga melibatkan penerbang dari TNI AU. Atraksi tersebut semakin membuat langit Pangandaran menjadi panggung yang berbeda pada akhir pekan ini.
Langit Menjadi Panggung
Sejak pagi, perhatian pengunjung tertuju ke udara. Pesawat-pesawat yang biasanya hanya terlihat dari kejauhan kali ini menjadi bagian utama dari sebuah pertunjukan yang dapat disaksikan masyarakat secara langsung.
Pangandaran Air Show 2026 menghadirkan berbagai aktivitas penerbangan, mulai dari aerobatik hingga joy flight. Tidak hanya pesawat, kegiatan dirgantara juga dimeriahkan paralayang, paramotor dan terjun payung.
Bagi sebagian pengunjung, kesempatan melihat pesawat dari dekat menjadi pengalaman tersendiri.
Panitia juga menyediakan sesi Public Walkaround, sehingga masyarakat dapat melihat langsung pesawat yang digunakan dalam kegiatan tersebut, berfoto, sekaligus berinteraksi lebih dekat dengan suasana dunia penerbangan.
Sementara melalui program Joy Flight, pengunjung berkesempatan menikmati Pangandaran dari udara.
Dari ketinggian, garis pantai yang selama ini dinikmati wisatawan dari daratan berubah menjadi bentang alam yang berbeda. Laut, pasir, kawasan perkotaan dan lanskap Pangandaran tersaji dalam satu pandangan.
Bukan Sekadar Atraksi Udara
Pangandaran Air Show 2026 tidak berdiri sebagai pertunjukan penerbangan semata.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama 4-6 September 2026. Selain atraksi udara, terdapat Festival UMKM, kegiatan lingkungan, pertunjukan seni budaya dan hiburan masyarakat.
Pada hari pertama, rangkaian acara diisi Festival UMKM dan penanaman vegetasi pesisir bersama Pandu Laut Nusantara.
Malam harinya, masyarakat juga disuguhi Pesta Rakyat di Alun-Alun Paamprokan. Kesenian Ronggeng Gunung turut ditampilkan, disusul pertunjukan musik, termasuk penampilan Slank.
Kehadiran UMKM menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Bagi pelaku usaha lokal, keramaian wisatawan dan pengunjung air show membuka ruang untuk memperkenalkan produk Pangandaran secara lebih luas. Makanan, minuman, serta berbagai produk lokal dipasarkan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, agenda yang rutin digelar itu dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang datang ke Pangandaran.
Ia juga menyoroti keterlibatan UMKM lokal dalam kegiatan tersebut.
“Saya lihat banyak UMKM lokal diberdayakan, alhamdulillah bisa lebih dikenal oleh para pengunjung.”
Mendekatkan Dunia Penerbangan kepada Masyarakat
Di balik gemuruh mesin dan atraksi di udara, Pangandaran Air Show membawa pesan yang lebih sederhana: penerbangan tidak harus menjadi sesuatu yang jauh dari masyarakat.
Selama ini, pesawat bagi sebagian orang mungkin hanya terlihat ketika melintas di langit atau ketika seseorang berada di bandara. Namun dalam kegiatan ini, masyarakat dapat melihat pesawat dari dekat, mengenal komunitas penerbangan, bahkan merasakan pengalaman terbang melalui program joy flight.
Susi Air menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membawa dunia penerbangan lebih dekat kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang pertemuan komunitas penerbangan, pemerintah, pelaku pariwisata dan pelaku usaha lokal.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga memperkuat posisi Pangandaran sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan pantai.
Ada wisata alam, budaya, kuliner, ekonomi kreatif, hingga pengalaman dirgantara yang dapat dinikmati wisatawan dalam satu kawasan.
Pada akhirnya, Pangandaran Air Show 2026 memperlihatkan bahwa sebuah destinasi wisata dapat menciptakan pengalaman dari berbagai arah.
Dari pantai, wisatawan menikmati laut, dari daratan, mereka menyaksikan pesawat.
Sementara dari langit, Pangandaran memperlihatkan wajahnya yang lain.
Sabtu itu, langit tidak hanya menjadi batas pandangan. Ia berubah menjadi panggung, tempat puluhan pesawat menari di antara birunya cakrawala dan suara mesin yang menggema di pesisir.
Dan untuk sesaat, Pangandaran bukan hanya tentang ombak yang datang dan pergi.
Pangandaran juga tentang mimpi-mimpi yang terbang.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

60 Pesawat Ramaikan Pangandaran Air Show 2026

PVMBG Ungkap Dugaan Pemicu Dentuman Misterius di Bandung Raya

Dua ASN Disnaker Cimahi Jadi Tersangka, Aliran Dana Capai Rp823 Juta

Polsek Bungbulang Edukasi Pelajar soal Bahaya Knalpot Brong, 9 Knalpot Ditertibkan

Pemkab Tasikmalaya Buka 345 Kuota Magang Nasional bagi Fresh Graduate
