
Gentra.id-TASIKMALAYA — Perayaan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya mulai diarahkan bukan sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Pemerintah Kota Tasikmalaya ingin momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Upaya itu mengemuka dalam audiensi Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Tasikmalaya memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM. Produk-produk khas daerah dinilai memiliki potensi untuk tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Momentum Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-25 pun dipandang sebagai kesempatan untuk membawa produk lokal keluar dari etalase daerah.
Pemerintah daerah menyiapkan sejumlah kegiatan yang menggabungkan aspek pelayanan masyarakat dengan promosi potensi ekonomi daerah. Salah satunya melalui agenda Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 20 Oktober 2026 di Asia Plaza Kota Tasikmalaya.
Di lokasi yang sama, kegiatan tersebut akan diramaikan bazaar UMKM. Berbagai produk khas Kota Tasikmalaya akan diberikan ruang untuk diperkenalkan kepada masyarakat dan pengunjung.
Bagi pelaku UMKM, bazaar bukan sekadar tempat memajang produk. Ruang seperti ini menjadi kesempatan untuk bertemu langsung dengan calon konsumen, memperkenalkan merek, sekaligus membuka kemungkinan terbentuknya pasar baru.
Produk kreatif dan berbagai produk unggulan daerah akan menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Pemerintah berharap kehadiran UMKM dalam rangkaian Hari Jadi dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan, agenda CKG menjadi salah satu kegiatan yang disiapkan dalam rangkaian Hari Jadi Kota Tasikmalaya tahun ini. Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan gratis.
Dengan konsep tersebut, peringatan Hari Jadi tidak hanya berbicara mengenai usia sebuah kota, tetapi juga bagaimana momentum tersebut dapat memberi ruang bagi masyarakat untuk bergerak dan berkembang.
Di sisi lain, keterlibatan Kementerian Ekonomi Kreatif diharapkan memperkuat upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif. Produk lokal membutuhkan lebih dari sekadar promosi agar dapat benar-benar naik kelas.
Penguatan kualitas produk, perluasan pasar, kemampuan pemasaran, hingga daya saing menjadi tantangan yang harus dijawab bersama.
Tasikmalaya sendiri memiliki beragam produk kerajinan dan industri kreatif yang telah lama menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, dorongan untuk memperluas pasar menjadi penting agar produk tersebut tidak berhenti pada pasar lokal.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, Pemkot Tasikmalaya berharap produk-produk unggulan daerah semakin dikenal, memiliki daya saing, dan mampu berkembang ke tingkat yang lebih luas.
Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-25 akhirnya memiliki makna yang lebih panjang daripada sekadar perayaan. Di balik panggung dan rangkaian acara, terdapat harapan agar roda ekonomi masyarakat ikut bergerak.
UMKM diberi ruang untuk tampil, produk lokal mendapat panggung, sementara pemerintah berupaya membangun jembatan menuju pasar yang lebih luas.
Jika momentum tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, Hari Jadi bukan hanya menjadi penanda bertambahnya usia Kota Tasikmalaya, tetapi juga menjadi titik dorong bagi produk-produk lokal untuk benar-benar naik kelas.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Demo di DPRD Sumedang, Massa Desak Dugaan Kekerasan Wakil Bupati Diusut

32 SMK Jabar Gandeng 64 Perusahaan, Siapkan Lulusan Siap Kerja

Milad ke-49 BKPRMI, Bupati Cecep Tekankan Pembinaan Generasi Muda

Polsek Bungbulang Tertibkan Knalpot Brong, 19 Unit Diamankan

HKG PKK ke-54 Ciamis, 156 Pelajar Terima Kacamata Gratis
