
Gentra.id-TASIKMALAYA — Suasana Milad ke-49 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Aula Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (3/9/2026), menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran organisasi kepemudaan dan keagamaan dalam membina generasi muda.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap kiprah BKPRMI selama ini. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki kontribusi penting dalam pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan di Kabupaten Tasikmalaya.
Di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat, pembinaan anak dan pemuda dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal. Lingkungan keluarga, masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga komunitas keagamaan memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk karakter generasi penerus.
Karena itu, Bupati Cecep berharap BKPRMI dapat terus mengambil posisi sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, khususnya dalam membangun generasi muda yang memiliki karakter kuat, kreatif, serta pemahaman keagamaan yang baik.
“Saya berharap BKPRMI dapat terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, khususnya dalam bidang pembinaan generasi muda dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat,” ujar Bupati Cecep.
Menurut Cecep, keberadaan organisasi kepemudaan dan keagamaan menjadi semakin penting ketika generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital, perubahan pola interaksi sosial, serta derasnya arus informasi membuat anak-anak dan remaja membutuhkan ruang pembinaan yang mampu mengikuti perkembangan zaman.
Untuk itu, ia mendorong BKPRMI agar memperkuat berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan anak dan pemuda.
Program tersebut dapat mencakup pembinaan remaja masjid, penguatan pendidikan Al-Qur'an, pengembangan kreativitas, pelatihan kepemimpinan pemuda, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana dakwah dan pendidikan.
“Saya juga berharap BKPRMI dapat semakin memperkuat program-program yang menyentuh langsung kehidupan anak dan pemuda,” imbuhnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berbicara mengenai peningkatan kemampuan akademik. Pembentukan karakter, kepedulian sosial, kepemimpinan, serta nilai-nilai keagamaan juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
Cecep menilai organisasi seperti BKPRMI memiliki ruang yang luas untuk mengambil peran tersebut. Masjid, misalnya, tidak hanya dapat menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran, berkumpul, mengembangkan kreativitas, dan membangun kepemimpinan anak muda.
Di sisi lain, kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat juga dinilai menjadi kunci agar program pembinaan generasi muda tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Menurutnya, peran organisasi kepemudaan dan keagamaan menjadi penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Tasikmalaya.”
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan program yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama anak-anak dan pemuda.
Milad ke-49 BKPRMI pun menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang organisasi tersebut tidak sekadar berbicara mengenai usia. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kontribusi organisasi dalam menjawab kebutuhan generasi muda.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Wakil Ketua DPD BKPRMI, Ketua MUI, Ketua BKPRMI Kabupaten dan kecamatan, Ketua Baznas, para ketua organisasi keagamaan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dengan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat, pembinaan generasi muda diharapkan tidak hanya menghasilkan generasi yang memiliki pengetahuan, tetapi juga berkarakter, kreatif, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.
Bagi Tasikmalaya, investasi terhadap generasi muda pada akhirnya bukan sekadar agenda hari ini. Ia merupakan bagian dari upaya menyiapkan wajah daerah pada masa mendatang—generasi yang tumbuh dengan nilai, memiliki kemampuan beradaptasi, dan tetap berpijak pada kehidupan sosial serta keagamaan masyarakat.
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Demo di DPRD Sumedang, Massa Desak Dugaan Kekerasan Wakil Bupati Diusut

32 SMK Jabar Gandeng 64 Perusahaan, Siapkan Lulusan Siap Kerja

Milad ke-49 BKPRMI, Bupati Cecep Tekankan Pembinaan Generasi Muda

Polsek Bungbulang Tertibkan Knalpot Brong, 19 Unit Diamankan

HKG PKK ke-54 Ciamis, 156 Pelajar Terima Kacamata Gratis
