
Gentra.id-Tasikmalaya – Musim kemarau mulai memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Tasikmalaya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mencatat sebanyak 2.172 hektare lahan pertanian di 26 kecamatan telah terdampak kekeringan atau sekitar 43,9 persen dari total 4.948 hektare hamparan lahan yang dipantau.
Berdasarkan data BPBD, wilayah dengan dampak terluas berada di Kecamatan Manonjaya seluas 232 hektare, Jamanis 225 hektare, dan Cipatujah 200 hektare. Bahkan, seluruh hamparan lahan pertanian di Kecamatan Cikalong, Salawu, dan Sukaraja dilaporkan telah terdampak kekeringan.
Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran petani terhadap potensi penurunan produksi hingga ancaman gagal panen apabila curah hujan tidak segera turun.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni A.S., M.M., mengatakan pemerintah telah membentuk Satgas Mitigasi Dampak Kekeringan dan Karhutla 2026 sebagai langkah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dampak musim kemarau.
"Kondisi ini menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk terus memperkuat langkah-langkah mitigasi secara terpadu," ujar Roni dalam keterangannya.
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak hanya difokuskan pada sektor pertanian, tetapi juga menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat serta mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.
Melalui Satgas Mitigasi, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Dinas Kesehatan, Perumda Air Minum Tirta Sukapura, Perhutani, BPR Artha Galunggung, dunia usaha hingga organisasi kemasyarakatan.
Berbagai langkah telah dilakukan, di antaranya rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, sumur bor, pompanisasi, penampungan air hujan, hingga distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
Roni menegaskan, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dan masyarakat.
"Prinsipnya seluruh unsur pemerintah, instansi vertikal, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pemangku kepentingan menyatakan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanggulangan dampak bencana kekeringan di Kabupaten Tasikmalaya," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap langkah-langkah mitigasi tersebut mampu menekan risiko gagal panen sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah selama musim kemarau 2026.
Jurnalis/Penulis Gentra.id yang fokus pada analisis, berita, dan isu-isu terkini
ARTIKEL TERKINI LAINNYA

Publik dan Berbagai Tokoh Nasional Apresiasi Kepemimpinan Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi

Milad ke-33 MAN 1 Kota Tasikmalaya, Alumni Dorong Pendidikan Ramah Anak dan Inklusif

Darurat Perundungan Anak, DPR Dorong Kajian UU Anti-Bullying

Sambut HSN 2026, GP Ansor Kota Tasikmalaya Ziarahi Makam Tokoh NU

Cegah Eksploitasi Anak di Ruang Digital, Taman Jingga Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
